BIMATRIP
Home Open Trip Private Trip Contact
June 14, 2026

Menjelajahi Kebudayaan Bima: Tradisi Rimpu, Istana Asi Mbojo, hingga Uma Lengge

Megahnya Istana Kayu Asi Mbojo Warisan Sejarah Kesultanan Bima Nusa Tenggara Barat oleh Bimatrip
✦ Warisan Budaya Nusantara ✦

Menjelajahi Kebudayaan Bima: Pesona Dou Mbojo

Menelusuri Jejak Sejarah Kesultanan, Keunikan Busana Adat, dan Arsitektur Tradisional

Start from Rp 300.000

Menyusuri Pulau Sumbawa tidak lengkap tanpa mendalami keunikan peradaban masyarakat suku Bima atau Dou Mbojo. 🏛️ Wilayah ini menyimpan kekayaan tradisi yang hidup berdampingan secara harmonis dengan nilai-nilai sejarah dan keagamaan. Dari busana Rimpu yang anggun hingga megahnya Istana Asi Mbojo, setiap warisan budaya memiliki kisah mendalam yang patut dipelajari secara langsung.

Keanggunan Busana Tradisional Rimpu

Salah satu identitas budaya yang paling menonjol dari suku Bima adalah Rimpu, cara mengenakan kain tenun khas yang mencerminkan kesopanan dan ketaatan dalam beragama. Tradisi mengenakan Rimpu mulai berkembang seiring dengan masuknya pengaruh Islam di Kesultanan Bima pada abad ke-17. Perempuan Bima menggunakan dua lembar sarung tenun tradisional yang disebut tembe nggoli untuk menutup aurat mereka secara tertib.

Secara adat, terdapat perbedaan cara pemakaian Rimpu yang mencerminkan status sosial pemakainya. Bagi perempuan yang belum menikah (gadis), mereka mengenakan gaya Rimpu Colo, di mana seluruh bagian wajah tertutup rapat kecuali kedua mata. Sementara itu, bagi perempuan yang sudah menikah, mereka menggunakan gaya Rimpu Mpida yang memperlihatkan area wajah secara terbuka. Filosofi ini menunjukkan penghormatan terhadap batasan sosial sekaligus menjaga kesucian diri dalam pergaulan masyarakat lokal.

Untuk menunjang kenyamanan fisik selama mengikuti festival budaya di daerah terbuka, mengenakan baju dalam yang menyerap keringat seperti Kaos Pria Lengan Panjang / Inner Sumba Summit 1 Arei Outdoorgear sangat direkomendasikan agar tubuh tetap sejuk dan terlindung dari terik matahari Sumbawa.

Megahnya Istana Asi Mbojo

Pusat peradaban dan sejarah Bima berpusat pada Asi Mbojo, istana resmi peninggalan Kesultanan Bima yang kini berfungsi sebagai museum penyimpanan artefak bersejarah. Istana ini menggabungkan gaya arsitektur Eropa dan lokal, mencerminkan akulturasi budaya yang terjadi pada masa pemerintahan sultan terdahulu. Di dalam museum ini, Anda dapat menyaksikan berbagai pusaka berharga milik kerajaan, termasuk mahkota emas bertabur permata, senjata tradisional, dokumen kuno, serta pakaian kebesaran para sultan.

Mengunjungi Asi Mbojo memerlukan ketahanan fisik untuk berjalan kaki mengitari halaman luar dan ruangan pameran yang cukup luas. Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan alas kaki yang kokoh namun lembut di kaki seperti Geoff Max Wolf Vicious Black White Walking Shoes | Sepatu Sneakers Casual Pria Wanita Unisex demi kenyamanan optimal selama mempelajari sejarah masa lalu Dou Mbojo.

Bagi para pengunjung Muslimah yang berencana melaksanakan ibadah shalat saat berkunjung ke kompleks bersejarah ini, membawa perlengkapan ibadah mandiri yang praktis seperti Mukena Traveling Terbaru Mini Pouc 2in1 Laser Cut Motif Bahan Katun Micro Premium Free Tasbih akan sangat memudahkan mobilitas ibadah di area sekitar istana.

Keunikan Arsitektur Uma Lengge dan Lumbung Padi

Di wilayah pedesaan Bima, terutama di daerah Donggo dan Wawo, Anda masih dapat menemui struktur bangunan tradisional yang ikonik bernama Uma Lengge. Bangunan kayu ini memiliki atap mengerucut tinggi dari jerami atau ilalang dengan bentuk yang melebar di bagian atas. Struktur bertiang tinggi ini didesain khusus agar tahan terhadap guncangan gempa bumi serta mencegah masuknya hewan pengerat atau hama padi.

Secara tradisional, Uma Lengge difungsikan sebagai lumbung penyimpanan padi (jempang) hasil panen kolektif masyarakat. Keberadaan bangunan ini melambangkan ketahanan pangan dan kerja sama gotong royong yang kuat dalam sistem kemasyarakatan suku Bima sejak masa lampau.

Upacara Adat Hanta U'a Pua dan Pacoa Jara

Salah satu perayaan kebudayaan terbesar di Bima adalah Hanta U'a Pua, sebuah prosesi kolosal untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipadukan dengan upacara adat Kesultanan Bima. Masyarakat berkumpul mengusung Uma Lige (mahligai) di sepanjang jalan utama kota menuju istana, diiringi oleh Tari Lenggo klasik dan Tari Wura Bongi Monca sebagai tanda penyambutan tamu kehormatan.

Selain U'a Pua, terdapat tradisi Pacoa Jara atau pacuan kuda tradisional. Keunikan utama dari Pacoa Jara adalah penunggangnya yang merupakan joki anak-anak berusia 5 hingga 12 tahun. Mereka mengendarai kuda lokal tanpa menggunakan pelana dengan tingkat ketangkasan dan keseimbangan yang mengagumkan. Tradisi ini telah diakui secara nasional sebagai Warisan Budaya Takbenda yang melambangkan keberanian, ketangkasan, dan pembentukan karakter ksatria sejak usia dini.

Ketika menyaksikan kemeriahan festival budaya seperti Pacoa Jara yang berlangsung cukup lama di luar ruangan, Anda bisa membawa SPEEDS Kursi Lipat Outdoor Portable Kursi Camping Folding Chair Gunung Kemah Mudah LX 031-14 agar dapat duduk dengan nyaman di area tribun penonton. Jangan lupa untuk membawa perbekalan camilan bergizi tinggi seperti PROTY Snack Sehat Tinggi Protein Anak & Keluarga Chicken Chips Ori + Keju + Rumput Laut untuk menjaga stamina Anda sepanjang hari.

#BimaTrip #BudayaBima #RimpuBima #AsiMbojo #UmaLengge #PacoaJara #WisataBudayaSumbawa

Rencana Perjalanan (Itinerary) Wisata Budaya Bima

08:00 — Penjemputan di Meeting Point Kota Bima

Pemandu profesional dari Bimatrip akan menjemput Anda di hotel atau bandara, dilanjutkan dengan pengenalan singkat rute perjalanan hari ini.

08:30 — Menelusuri Sejarah di Museum Asi Mbojo

Mengunjungi kompleks Istana Kesultanan Bima, mengamati koleksi pusaka peninggalan kerajaan, dan berfoto di area taman istana yang rindang.

10:30 — Kunjungan ke Sentra Tenun Khas Bima

Melihat langsung proses pembuatan kain tenun Tembe Nggoli tradisional dan mencoba mengenakan pakaian adat Rimpu dipandu perajin lokal.

12:00 — Makan Siang Prasmanan Kuliner Tradisional

Menikmati hidangan makan siang khas Bima seperti Uta Mpalopo (daging sapi kuah santan asam) di rumah makan lokal pilihan.

13:30 — Perjalanan Menuju Desa Tradisional Wawo

Menuju kawasan pegunungan sejuk untuk melihat arsitektur kuno bangunan Uma Lengge yang sarat akan nilai sejarah dan adat.

15:30 — Diskusi Kebudayaan & Teh Sore

Berbincang santai bersama tokoh adat setempat mengenai sistem kehidupan sosial Dou Mbojo sembari menikmati secangkir teh hangat.

17:00 — Kembali ke Kota Bima & Trip Selesai

Perjalanan wisata sejarah dan budaya bersama Bimatrip berakhir. Kami mengantarkan Anda kembali ke titik awal penjemputan dengan kenangan indah.

Termasuk (Inclusions)

  • Transportasi ber-AC selama perjalanan (PP)
  • Makan Siang & Air Mineral
  • Tiket Masuk Museum Asi Mbojo & Situs Desa Adat
  • Sewa Pakaian Adat Rimpu untuk Sesi Dokumentasi
  • Dokumentasi Premium oleh Tim Bimatrip
  • Guide Lokal berlisensi & Pemandu Budaya

Tidak Termasuk (Exclusions)

  • Tiket pesawat atau transportasi menuju Kota Bima
  • Belanja souvenir pribadi & kain tenun
  • Tips sukarela untuk pengemudi dan pemandu
  • Asuransi kesehatan pribadi

Ingin Merasakan Perjalanan Sejarah & Budaya Ini?

Jelajahi keunikan budaya Dou Mbojo secara mendalam bersama layanan profesional Bimatrip!

Hubungi Kami via WhatsApp 💬

Admin WhatsApp: 0852-2710-5726